Senin, 19 November 2012

wanita berhijab


Acap kali terucap, “Ngapain? Panas tahu...! Lagian belum ada hidayah...’’ Saat berapa persen dari mereka, wanita yang tidak berhijab ditanya, kenapa tidak berhijab? Jawaban yang patut dibenarkan kah? atau patut kita anggap itu hanya sebuah jawaban klasik untuk menutupi kekuarangan bahwa jauh dari keinginannya untuk berhijab? Padahal menurutku kita bisa memulai dari dasarnya dulu, kemudian dengan beriringnya waktu kita.
Belajar perlahan menata hati sehingga kita menjadi muslimah sejati. Seperti dalam pepatah “Sedikit demi sedikit kemudian menjadi bukit”, bukankah begitu? Wallahu a’alam...
Tidak ingin bersuudzon, namun coba kita renungkan jawaban diatas! Belum ada hidayahkah? Sampai kapan? Hanya menunggu tanpa berusaha? Atau menunggu ajal menjemput? Lalu... nanti menyesal saat raga telah terhimpit liang lahad, terbungkus kain kafan, terkapar, lunglai, tak berdaya di sebuah kasur yang beralaskan tanah bahkan berulat. Tidak ada sanak keluarga, harta, melainkan yang ada hanya sebuah kegelapan. Na’udzubillah...
Ukhti... Kita awali niat berhijab Lillahi ta’alaa, dengan diiringi tahsiinu-l Akhlaq, bersihkan hati, dan tingkatkan ibadah! Tidak ada yang sulit, dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 dijelaskan bahwasannya: “Sesungguhya Allah Swt tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Sudah sangat jelas bukan?! Semuanya harus dimulai dari diri sendiri!  InsyaAllah... tidak hanya orang dekat kita yang mengatakan bahwa "KAMU CANTIK" tapi... Sang KHALIQ ALLAH ‘AZZA WAJALLA, serta Nabi Muhammad saw akan mengatakan yang sama “Kamu cantik, pandai, dan sholehah pula.” Indah... dan bahagia bukan?!
Ukhti fillah.... Mulai sekarang katakan! “AKU HARUS BERJILBAB, AKU SENANG BERJILBAB LILLAHI TA’ALAA...!’’ You can do it! Islam akan lebih indah karena kehadiran muslimah-muslimah sholehah dan cantik seperti kamu. Nah, jika niat telah terpatri, sekarang kita mulai perhatikan berjilbab yang seperti apa dan bagaimana?
Hmz... bukan mempersulit atau merasa perfect tapi, karena sering terlihat fenomena  gadis yang berstatus muslimah, dan sholehah karena berjilbab namun amat sangat disayangkan, berjilbabnya masih sangat...
“Maaf... terbuka auratnya bahkan hanya sample saja...’’
Entah siapa yang harus disalahkan? Sepertinya memang mode zaman yang menuntut banyak model-model busana muslimah. Dengan banyak lipatan yang katanya untuk memperindah, hingga aurat masih jelas terlihat dan sangat nampak. Atau berjilbab tapi baju, kaos, dan celana yang serba ketat masih dipadukan.
Harus berjilbab seperti itukah?! Ukhti... tidak ada salahnya kita modis, tapi harus tetap syar’iyah. Bukan sok rapi ataupun perfect, tapi memang sepatutnya hal itu harus diperhatikan. Antunna pasti tahu kan berjilbab yang selayaknya seperti apa?? Tentu yang terpenting aurat harus tertutup dan tidak melanggar syar’i.
Ukhti  fillah.... Ingat yah! Jangan pernah menyesal bahkan malu karna berjilbab! Untuk meyakinkan hati, ingat sebuah pernyataan. “MALU?! Lebih malu manakah berjilbab atau nanti disaat kita dikumpulkan dipadang mahsyar dan Allah Swt meminta pertanggung jawaban atas kelalaian kita untuk berjilbab, padahal telah jelas kita sebagai muslimah sangat dianjurkan?!” Jika kita tidak berjilbab, lantas apa yang akan kita katakan pada-NYA? Nah, Ukhti pilih yang mana? Tentu tidak mau mengambil resiko adzab-NYA kan?
Ukhti muslimah yang cantik. Bukan maksud melalui tulisan ini saya ingin memaksa. Namun, saya hanya sekedar ingin mengingatkan. Saya ingin, saya, anda, dan semua muslimah menjadi seorang yang cantik dihadapan-NYA, di DUNIA, serta di AKHIRAT kelak, amiin.
Untaian kata terselip do’a untuk kalian yang telah berjilbab, semoga istiqomah dan katakan pada dirimu serta lainnya bahwa kalian bangga berjilbab! Dan semoga kita selalu dalam dekapan-NYA  dan naungan rahmat-NYA agar kita terus berda’wah dijalan-Nya.
Dan untuk kalian yang belum berjilbab atau yang telah berniat untuk brjilbab, teguhkan dalam hatimu untuk berjilbab karena-NYA. Semoga hidayah serta ridho ALLAH SWT selalu tercurahkan untuk kalian!
Akhir dari saya... maaf jika coretan saya kali ini banyak sejuta kesalahan. Itu semua semata karena aku hanya wanita biasa yang jauh dari kesempurnaan. Dan do’aku untuk yang berkenan membaca, semoga kita semua menjadi hamba-Nya yang selalu taat atas semua perintah-NYA, hingga nanti DIA akan mempertemukan kita di indah-NYA surga-NYA, amiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar